PUISI

Aku Kangen, Ma

Di tengah ribuan bintang yang menyala
kulukis wajahmu di udara
kugambarkan mata, hidung, dan raut wajahmu
kuwarnai dengan tinta rindu
agar aku dapat memelukmu
walau hanya lewat udara

Ma…
apa kau dapat melihatnya dari sana?
lukisanmu terpampang di cakrawala
walau hanya sebuah goresan sederhana
dari kerinduan yang tergenangi air mata
saat ini sosokmu kudambakan

Ma…
masih ingatkah saat bibir mungilku
memanggil namamu?
itulah saat yang paling membahagiakan untukmu

Ma…
senyummu yang penuh kehangatan itu
saat ini kubayangkan
hangat sekali, Ma

Namun masih jauh dari yang kuharapkan
yaitu sebuah perjumpaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berlangganan Gratis?    OK No thanks