cara menikmat hidup
TIPS

Cara Menikmati Hidup Biar Nggak Mumet

Halo kawan, terima kasih sudah berkunjung. Ngomongin tentang hidup pasti punya banyak arti. Tergantung persepsi masing-masing. Apakah hidup itu sebuah perlombaan? atau ajang untuk mengetahui siapa yang lebih baik? Hidup dengan segala tuntutannya yang segudang, terkadang membuat kepala kita tegang. Seolah-olah susah sekali untuk tersenyum. Tahukah kawan? Hidup itu dari sananya udah indah. Kitanya aja yang terkadang memiliki pandangan sempit terhadap kehidupan ini. Biar nggak mumet, ini 5 cara menikmati hidup.

5 Cara Menikmati Hidup

“Belum bayar kontrakan, bayar kuliah, bayar listrik, kuota, duit makan, belum lagi beli susu dan diapers buat anak. Penghasilan segini-gini aja, kapan ya punya kerjaan yang bikin kaya? temen gue udah gede banget gajinya. Gue cuma jalan di tempat segini-gini aja. Gue juga kan pengen bahagia, pengen nongkrong, beli baju, beli-beli deh apa yang gue suka. Pusing! mumet!”

Pernah bergumam seperti di atas? hayo! saya juga pernah sih hehe. Tapi sadar nggak sih, kita sempit banget pandangannya. Kita melecehkan diri kita sendiri. Masa mengukur apa-apa dengan uang. Liat deh gumaman di atas. Hanya berisi tuntutan, bayar ini bayar itu. Beli ini, beli itu. Uang, uang, dan uang.

Sepertinya hidup tuh kejam. Setiap hari siap mengancam kita dengan segala tuntutan. Bikin pusing pokoknya. Mumet banget menjalani kehidupan ini. Banyak kebutuhan yang harus dikejar.

Yah kalau gitu, gimana kita bisa menikmati hidup dong? kalau hidup mumet mending nggak usah hidup? tapi salah banget kalau kita mikir gitu. Hidup itu indah gaess! kitanya aja yang sempit banget pola pikirnya.

Yuk kita sama-sama belajar di artikel ini, cara menikmati hidup.

1. Bersyukur – Cara menikmati hidup

Cara menikmati hidup yang paling pertama adalah dengan bersyukur. Sadar gak, dengan kita terus mikirin segala tuntutan yang belum kita tunaikan. Kita jadi menyepelekan apa yang udah kita dapatkan.

Coba deh merenung, menyelam ke dalam diri sendiri. Kita coba flashback apa saja yang udah pernah kita lalui? bukankah target-target kita banyak yang udah kecapai? Tapi kok kita masih tersiksa dengan segala tuntutan? Coba flashback lagi, ujian-ujian yang udah kita lalui di masa lalu?

Nggak selayaknya kita melecehkan diri sendiri dengan mempersempit sudut pandang kita hanya pada persoalan uang. Hidup itu bukan soal uang, kawan. Hidup itu soal menebar manfaat. Ada banyak lho rezeki selain uang yang sering terlupakan.

Kita masih bisa hidup hari ini, itu anugerah dari Allah. Hal yang harus kita syukuri. Masih bisa bernapas, masih sehat, masih bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal tanpa harus menahan sakit. Itu tuh luar biasa, kawan. Nikmat hidup dan nikmat sehat itu nggak bisa terukur dengan uang sebanyak apapun di dunia ini.

Mulai hari ini, perbanyak bersyukur daripada mikirin tuntutan. Biar apa? biar Allah juga nambah nikmat kita

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim: 7-8)

Allah udah janji tuh, siapa saja yang banyak bersyukur akan ditambah nikmatnya. Jangan-jangan kita susah menikmati hidup karena emang sedikit bersyukur, jadi Allah menimpakan kepada kita adzab dalam bentuk sempitnya hati kita dalam menjalani hidup ini. Naudzubillahimindzalik.

Cara-cara bersyukur

Bersyukur tuh nggak cuma bilang “Alhamdulillah” tetapi ada cara-cara yang lain juga lhoo gaess. Ibnul Qoyim bilang gini:

“Syukur itu dengan hati, dengan tunduk dan merasa tenang. Syukur itu dengan lisan, dengan memuji dan mengakui. Syukur itu dengan anggota badan, yaitu dengan taat dan patuh pada Allah.” (Madarij As-Salikin, 2: 246)”

Nah gaes kata ibnul Qoyim tuh gitu, bukan kata saya ya, hehe. Bersyukur itu nggak cuma bilang Alhamdulillah, tapi memuji, mengakui dan dengan anggota badan yang kita pake dalam ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Kalau udah gini, baru deh kita benar-benar menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah.

Lalu coba perhatikan ucapan Abu Hazim:

“Engkau tahan anggota badanmu dari maksiat dan engkau gunakan dalam ketaatan pada Allah.”

dan perhatikan ucapan Abu Hazim yang ini:

“Siapa saja yang bersyukur dengan lisannya, namun tidak bersyukur dengan anggota badan lainnya, itu seperti seseorang yang mengenakan pakaian. Ia ambil ujung pakaian saja, tidak ia kenakan seluruhnya. Maka pakaian tersebut tidaklah manfaat untuknya untuk melindungi dirinya dari dingin, panas, salju dan hujan.” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 84)”

Jadi kesimpulannya gaess, kalau kita mau bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, jangan nanggung. Jangan cuma bilang Alhamdulillah. Itu belum cukup menjadikan kita sebagai hamba yang bersyukur. Tapi kita juga harus menggunakan lisan dan anggota badan, juga apapun yang kita punya untuk ketaatan kepada Allah.

Logika simpel sih sebenarnya. Kita kan dikasih segala kenikmatan oleh Allah nih. Masih hidup, masih sehat, punya motor, smartphone, laptop, PC, rumah, dan harta benda lainnya. Itu tuh semua kan yang ngasih Allah. Jadi selayaknya pula kita harus gunakan semua itu untuk Allah juga. Kenikmatan itu jangan sampai kita gunakan dalam hal melalaikan diri kepada Allah.

Yuk kawan kita berdoa, semoga Allah mudahkan dan menjaga kita agar selalu berada di dalam ketaatan. Sehingga kita bisa menjadi hamba yang bersyukur.

2. Bersabar

Cara menikmati hidup yang ini emang terkesan klasik sih. Kuno dan standar. Setiap kita mumet atau lagi punya banyak masalah pasti disaranin biar sabar aja. Lagi ada masalah, butuh solusi malah disuruh sabar. Kita menganggap bahwa sabar itu nggak bisa ngasih kita solusi. Selama ini kita salah gaes kalau mikirnya gitu terus.

Coba deh kamu tengok kisah para Nabi. Yaps! mereka adalah orang yang dekat dengan Allah. Kenapa coba doa-doa mereka pasti terkabul. Terlepas dari mereka itu Nabi diberi jaminan oleh Allah untuk dikabulkan doanya. Ada faktor sebab-akibat lahiriyah juga gaes.

Nabi itu selain ujiannya dahsyat, mereka juga punya sabar yang ekstra lhoo. Coba lihat Nabi kita, Rasulullah ﷺ. Beliau nggak terhitung dicaci maki, dihina,  bahkan dilempari batu. Bisa-bisa aja lhoo kalau beliau mau, berdoa ke Allah biar memusnahkan orang-orang yang udah nyinyirin beliau. Tapi enggak, beliau malah memilih bersabar. Alhasil apa? Allah menolong beliau, sehingga ajaran yang Allah titipkan kepada beliau bisa besar menyebar ke seluruh dunia. Keren kan?

“Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah:45)

Lihat, Allah bilang sabar dan sholat. Sabar itu bukan hal sepele gaes, bahkan disandingkan dengan sholat. Sabar itu bisa jadi sebab Allah menolong kita dari segala kemumetan hidup. Makanya, yuk kita sabar.

Kalau kamu sekarang sedang merasa income gini-gini aja, kebutuhan banyak, temen yang lain udah gede gajinya dan bla..bla..blaa.. Semua keluhan keluar dari mulut kamu.

Itu bukan hidup yang mumet, kamunya aja yang kurang sabar gaes. Setiap bunga punya waktunya masing-masing untuk merekah. Setiap pohon punya waktunya masing-masing untuk berbuah. Jangan membandingkan proses yang sedang kamu jalani dengan orang lain, sekalipun itu temanmu sendiri. Kenapa? karena terkadang pohon yang berbuahnya lebih lama, rasa buahnya lebih enak. Yuk sabar ah!

3. Membantu orang lain yang sedang kesusahan

Waduh, orang lagi mumet hidup. Pengen nikmatin hidup, seneng-seneng gitu. Malah disuruh membantu orang lain. Ini gue aja butuh dibantu kok

Duh saya jadi ingin ketawa, wkwkwkw. Pernah mikir seperti di atas nggak? saya pernah. Malu kalau inget itu, bisa-bisanya saya berpikir seperti itu.

Kawan, kamu tahu nggak. Bahwa ketika kamu menolong orang lain, maka sebenarnya kamu sedang menolong diri kamu sendiri. Coba deh simak hadis dari Rasulullah ﷺ

” Barangsiapa yang meringankan beban dan kesulitan orang mukmin, maka Allah akan melapangkan kesulitannya di hari akhirat kelak. Barangsiapa yang memudahkan orang lain, Allah juga akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)

Nah, kalau kita menolong orang lain, Allah juga akan menolong kita gaess. Cara menikmati hidup yang satu ini juga luar biasa. Lagi-lagi kita mengundang pertolongan Allah. Duh kalau udah ditolong sama Allah masa iya nggak bisa menikmati hidup? udah nggak bakal ada mumet-mumetnya lagi deh kalau udah ditolong Allah.

Kamu bisa mengikuti komunitas relawan ataupun kamu bisa berdonasi untuk orang-orang yang membutuhkan. Ingat ya, kamu itu bukan orang yang paling menderita di dunia. Jangan pernah berpikiran seperti itu. Lihatlah ke bawahmu, gaes. Banyak orang yang harus kamu bantu. Ayo raih pertolongan Allah dengan menolong sesama.

4. Cari lingkungan yang positif. Jangan gaul bareng orang-orang toxic!

Udah tahu sedang ingin menikmati hidup. Ingin bebas dari rasa mumet. Malah bergaul dengan orang-orang toxic. Hmmm atau jangan-jangan nggak tahu ciri-ciri orang toxic.

Menurut para ahli, ciri-ciri toxic people yang utama meliputi:

  • Selalu mementingkan diri sendiri
  • Melakukan kekerasan secara nonfisik
  • Melakukan kekerasan secara emosional (emotional abuse), seperti meremehkan, mengkritik, mengontrol, menyalahkan, memanipulasi orang dan lainnya
  • Tidak jujur
  • Cenderung tidak mampu menunjukkan empati

Tanda-tanda kamu sedang berhadapan dengan toxic people

Toxic people bisa diibaratkan sebagai maling dari energi positif. Mudah sekali untuk mengetahui apakah seseorang termasuk toksik atau tidak untuk kamu. Kmu bisa mengenali mereka dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

  • Setiap kali kamu berbincang-bincang dengan mereka, apakah kamu merasa lelah, takut, marah, dan pesimis?
  • Apakah setelah mengobrol, kamu merasa tidak berdaya?
  • Apakah mereka sering mengeluh?
  • Apakah mereka selalu membesar-besarkan masalah kecil hingga memicu konflik?
  • Apakah mereka kerap mencari-cari kesalahan dalam diri kamu?
    Sumber di sini

Hindari lingkungan yang negatif adalah cara menikmati hidup yang termasuk ampuh. Kamu butuh hal-hal positif untuk menikmati hidup. Nah, hal positif bisa kamu peroleh dari lingkungan positif.

Carilah lingkungan yang baik, yang bisa memberikan kamu semangat. Lingkungan positif biasanya selalu menyenangkan. Membicarakan hal-hal yang bermanfaat, tidak bergosip tentang orang lain. Mereka biasanya akan lebih berempati terhadap apa yang kamu rasakan. Bahkan bersedia membantumu.

5. Lakukan aktivitas yang kamu senangi

Lupain dulu deh soal mumet, soal tuntutan yang banyak itu. Nggak akan ada habisnya kalau dipikirin terus. Lebih baik kamu lakukan apa yang kamu senangi. Hidup terlalu singkat jika hanya dipakai untuk mengejar tuntutan. Kapan lagi coba bisa melakukan yang disenangi selain pas ketika hidup? Kalau udah mati mah kita cuma bisa mempertanggung jawabkan amal. Berat.

Misalnya kamu senang menulis, menulislah hal-hal bermanfaat. Nah ini bisa sekaligus kamu juga menebar manfaat untuk orang lain. Dobel nih untungnya.

Penutup

Baiklah gaes, kita udah berada di penghujung artikel. Makasih banyak udah baca sampai akhir. Semoga artikel bermanfaat untuk kita semua.

Menikmati hidup itu bukan dengan bersenang-senang semaunya. Menikmati hidup itu dengan lebih bersyukur atas segala nikmat-Nya. Tentukanlah nilai diri kita sendiri. Sebagai apa kita hidup di dunia ini? apakah hanya sebagai orang yang bersenang-senang semaunya? atau orang yang memiliki arti di hidup banyak orang?

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mumet itu lahir dari kebiasaan kita memandang ke atas soal harta duniawi. Sehingga kita merasa hidup kita tidak bisa dinikmati. Hidup hanya dipenuhi oleh nominal angka di atas kertas.

Ubahlah kebiasaan itu sekarang juga, lalu lihatlah ke bawah. Maka kita akan menemukan betapa kasihannya diri kita terjebak pada lingkaran setan bernama uang. Padahal nikmat Allah begitu banyak.

Mulai detik ini, menit ini, hari ini. Jadilah pribadi yang bisa menikmati hidup dengan baik dan benar. Jangan lagi  menyia-nyiakan waktu dengan hanya memikirkan tuntutan hidup yang nggak ada habisnya.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berlangganan Gratis?    OK No thanks