PUISI

Ma, Apa Aku Bahagiamu?

Ma, apa aku bahagiamu?
malam itu saat langit hitam menggenap
angin tak segan menyapi beberapa ubanmu
aku bahagia, masih bisa menatapmu
yang dari dulu cahayanya masih saja sama

Engkau bercerita tentang inginmu padaku
tentang inginmu atasku
dan tentang hidupku yang masih begini saja

Ma, andai kau tahu
jika saja aku mampu menghentikan waku
aku sangat ingin menatap lebih dalam ke matamu
menikmati senyummu meski beberapa keriput
kini mengganggu

Kau masih saja seperti dulu
enteng tersenyum
Entah berapa luka yang kautahan

Ma, entah waktuku atau waktumu yang lebih dulu sampai
aku tak mau itu terjadi
untuk membayangkan saja rasanya pedih, ma
tapi bagaimana lagi? itu hak Illahi

Ma, aku bukan anak yang soleh
aku tak mampu berbakti kepadamu
aku ini tak becus menjadi anakmu

Ribuan atau bahkan jutaan air mata menetes
keluar karena ku
menjadi saksi bisu untukku kelak di akhirat

Kenyataannya sungguh aku ini
tak lebih dari sekadar bebanmu
keahlianku hanya membuat matamu terbuka sepanjang malam

Berbagai cara dan trik kulakukan
untuk membuatmu bahagia
coba tuk membuatmu tersenyum bangga padaku

Entah Tuhan tak merestuinya
atau aku memang ditakdirkan seperti ini?

Pada akhirnya air mata itu mengalir lagi

Ma, izinkan aku meminta maaf
atas mata yang sering terbuka sepanjang malam

Maafkan aku, Ma

Maafkan aku.

Ma, pernahkah kau bahagia karenaku?
Pernahkah kau bangga padaku?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berlangganan Gratis?    OK No thanks